WhatsApp : 0877-7577-7897 / FAX : - emailgandisuroya@gmail.com Jam Kerja : SEN 08.00 - 21.00 WIB :
Begini Caranya Supaya Konsumsi BBM Irit untuk Aktivitas Sehari-hari

Begini Caranya Supaya Konsumsi BBM Irit untuk Aktivitas Sehari-hari

Jakarta – Mobil dengan konsumsi BBM irit selalu jadi keinginan hampri semua orang. Zaman sekarang pengguna kendaraan umumnya menginginkan supaya tunggangannya irit bahan bakar tapi performa tidak loyo. Alasannya, harga bahan bakar non subsidi sering berfluktuasi mengikuti harga minyak dunia.

Untuk mobil-mobil keluaran terbaru memang tidak perlu khawatir karena pabrikan telah merancang agar konsumsi BBM tetap irit. Namun, bagaimana nasib mobil setengah tua atau mobil-mobil Eropa keluaran 90-an yang terkenal borosnya itu?

Mungkin bila dibandingkan dengan tenaga, konsumsi bahan bakar untuk mobil mewah sebenarnya terbilang ideal. Tapi, di Indonesia dengan kondisi lalu lintas tak menentu maka konsumsi bahan bakar yang tinggi bisa jadi bumerang pemiliknya.

Bensin mobil hanya mengucur deras dan terbakar percuma karena tenaga dari mesin tidak terpakai secara optimal. Ini sama saja membuang uang dengan percuma. Karena ‘habitat’ mobil yang tidak bisa dipacu maksimal sebagaimana kondisi jalan di Eropa yang mulus dan lancar.

Jurus Mudah Supaya Konsumsi BBM Irit

Ada berbagai cara untuk menghemat bahan bakar mobil. Mulai dari gaya mengemudi, memilih rute yang akan dilalui, sampai dengan manajemen muatan kendaraan. Karena semakin berat mobil, konsumsi BBM akan semakin banyak karena butuh tenaga besar.

Rencanakan Rute Terbaik

Saat akan melakukan perjalanan, cari tahu dulu rute dan kondisi lalu lintas ke lokasi yang akan Anda tuju. Adanya fasilitas GPS pada ponsel memudahkan Carmudian mencari rute alternatif apabila terjadi kemacetan parah.

Untuk memperlancar waktu tempuh, pahami dan membaca situasi jalan. Berkendara di luar jam sibuk dapat membuat mobil terus melaju. Anda bisa mencoba melalui ‘jalan tikus’ sebagai alternatif menghindari kemacetan. Ini bisa dilakukan pada daerah yang macet tanpa kenal waktu.

Trik Berkendara

Apabila Carmudian memakai mobil untuk aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencoba trik berkendara ala sopir pengantar mobil. Mereka dituntut mengantar mobil dari dealer ke rumah konsumen dengan cadangan bensin terbatas.

Setiap mobil baru yang ingin diantar ke lokasi tujuan yang berada di Jakarta, memeroleh jatah BBM sebanyak 10 liter dari dealer. Sisa bensin di mobil harus bisa digunakan oleh konsumennya berkendara sampai SPBU terdekat untuk pengisian berikutnya.

Cara mengemudi hemat berpatokan pada keselerasan antara penggunaan gigi dan torsi puncak dari mesin. Artinya, untuk mobil manual, perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin di mana torsi maksimum tercapai.

Lanjut ke cara mengemudi yang hemat BBM. Sopir pengantar mobil melakukan perpindahan gigi pada putaran mesin 2.000–2.500 rpm untuk mobil tipe manual. Sementara untuk mobil bertransmisi otomatis bisa dengan cara menginjak pedal gas secara diurut atau menghindari kickdown. Kecepatan meningkat secara gradual dan gigi berpindah pun juga halus.

Cara Salah Supaya Konsumsi BBM Irit

Banyak cara dilakukan untuk menghemat konsumsi bahan bakar,tapi seringkali pengemudi melakukannya hanya berdasarkan sugesti belaka. Cara yang mereka lakukan pun sering ngawur dan bahkan membahayakan. Anda perlu tahu apa saja kesalahan yang sering dilakukan demi menghemat BBM.

Berjalan terlalu pelan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengemudi yang berniat mengirit bensin yaitu berkendara pelan. Ini jelas salah kaprah, karena sebenarnya bisa saja perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin yang belum optimal.

Pengemudi seperti ini sering kita jumpai melaju pada kecepatan dibawah 60 km/ jam di jalan bebas hambatan. Berjalan pada RPM yang terlalu rendah juga menyebabkan getaran pada mesin (engine lugging), yang berdampak pada keawetan mesin.

Padahal, kecepatan ideal untuk mendapatkan konsumsi BBM yang baik yaitu antara 70 – 90 km/jam saat melaju di jalan tol. Pada kecepatan ini energi kinetik mobil masih cukup besar sedangkan hambatan berupa angin juga tidak terlalu besar. Pada kecepatan tersebut biasanya perpindahan gigi dilakukan pada putaran mesin di mana torsi maksimum tercapai.

Membututi mobil besar

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan pengemudi mobil pribadi yaitu dengan membuntuti mobil yang lebih besar seperti truk atau bus. Alasannya untuk menghindari terpaan angin dari bagian depan karena terhalang kendaraan lain.

Anggapan ini ada benarnya karena mobil kecil akan terhindar dari terpaan angin yang nantinya akan meringankan kerja mesin. Namun demikian, cara ini hanya efektif saat kecepatan tinggi diatas 80 km/ jam. Mungkin, bila membuntuti bus bisa sedikit lebih baik karena biasanya melaju cukup cepat di jalan tol, lalu bagaimana dengan truk?

Ini jelas merugikan karena sama saja dengan berjalan terlalu pelan. Truk di jalan tol sering berjalan lambat, apalagi bila muatan sangat penuh. . Bila terlalu dekat jaraknya berpotensi menambah risiko tabrakan, sedangkan kecepatan di bawah itu hambatan anginnya tidak terlalu besar.

Seiring pemakaian, kemampuan mobil dalam menghisap BBM makin lama makin banyak. Hal itu memang wajar karena terjadi penurunan kinerja mesin dan kotoran yang ikut masuk ke saluran bahan bakar atau ruang bakar.

Banyak sekali faktor yang membuat mobil menjadi boros setelah digunakan selama beberapa tahun. Lantas, bagaimana perawatan rutin yang bisa Carmudian lakukan untuk mengembalikan performa mobil seperti baru?

Servis nosel yang tersumbat

Lubang nosel pada mesin injeksi yang sangat kecil biasanya mampet apabila memakai bahan bakar dengan kualitas di bawah standar. Kotoran dari bahan bakar yang kurang baik lama kelamaan mengendap dan bisa menutup lubang ‘shower’.

Akibatnya, pompa bahan bakar terpaksa menyuplai bahan bakar lebih banyak, sehingga lebih boros. Solusinya adalah membersihkan nosel atau terpaksa menggantinya jika sudah tidak bisa dibersihkan.

Untuk mobil diesel konvensional, ditandai asap mulai tebal. Ini jadi pertanda injektor perlu diservis, Anda segera bawa mobil ke tukang servis injektor.

Membersihkan Throttle Body Injektor atau Karburator

Kedua komponen ini fungsinya mencampur udara dan bahan bakar yang akan masuk ke mesin. Sumbatan pada saluran-saluran berukuran kecil akan mengganggu aliran BBM ke ruang bakar akibatnya debit aliran BBM tidak stabil.

Pada buku panduan pemilik biasanya dijelaskan waktu maksimal untuk servis menyeluruh. Ketika waktunya servis tiba, Carmudian bisa meminta kepada montir bengkel langganan untuk membersihkan throttle body injektor atau karburator.

Kotoran yang masuk biasanya berasal dari debu halus atau yang terbawa dari tangki bensin. Apabila belum waktunya servis kendaraan namun tarikan terasa kurang enak, Anda bisa melakukan Italian Tune Up untuk membersihkan saluran bahan bakar.

Caranya yaitu dengan memacu mobil dalam putaran mesin tinggi. Ini sebaiknya dilakukan saat kondisi jalanan sepi sehingga kendaraan bisa dipacu dengan maksimal. Sebab, kotoran tetap bisa menumpuk meski selalu menggunakan BBM bagus. Biasanya terjadi pada mesin yang tidak pernah mencapai putaran tinggi.

Mengganti Filter Udara

Dalam buku panduan pemilik kendaraan biasanya tercantum jadwal penggantian fast moving. Filter udara merupakan salah satu komponen yang perlu diganti setelah menempuh jarak tertentu.

Seiring pemakaian, kualitas filter menyaring udara terus menurun karen menumpuknya kotoran dan debu. Kotornya filter udara membuat aliran udara ke dalam mesin menjadi terhambat. Pada mobil atau motor keluaran terbaru sekarang memakai filter tipe kertas sehingga harus diganti apabila sangat kotor dan tidak bisa dibersihkan.

Efek yang terjadi apabila tidak kunjung mengganti filter udara yang sangat kotor yaitu konsumsi bahan bakar makin boros untuk tipe karburator dan muncul knocking atau brebet pada injeksi. Ini terjadi karena maka udara yang masuk sangat sedikit sehingga BBM tidak bisa tercampur dengan perbandingan udara dengan optimal.

Pemilihan Bahan Bakar yang Tepat Bikin Konsumsi BBM Irit

Setelah membahas soal cara berkendara dan bagaimana melakukan perawatan kendaraan agar konsumsi BBM irit, kali ini Carmudi akan menjelaskan soal bagaimana memilih bahan bakar yang tepat untuk kendaraan kesayangan.

Salah satu cara memaksimalkan performa mesin kendaraan baik itu mobil atau sepeda motor yakni dengan memakai BBM berkualitas baik. Namun, Carmudian wajib mengikuti rekomendasi yang dianjurkan oleh pabrikan.
Jangan beranggapan bila memakai bahan bakar yang kualitasnya lebih tinggi bakal membuat konsumsi BBM irit. Mengisi bensin dengan kadar oktan yang jauh di atas rekomendasi pabrikan juga belum tentu langsung mendongkrak performa.

Sesuaikan Kompresi Mesin dengan Oktan BBM

Mengisi dengan bahan bakar beroktan tinggi namun tidak sesuai kompresi mesin hanya jadi suatu pemborosan karena harganya yang lebih mahal. Padahal, tenaga yang dihasilkan belum tentu mengalami peningkatan yang signifikan.

Berikut ini daftar bahan bakar berikut okan yang sesuai dengan kompresi mesin:
Premium 88 7-9:1
Pertalite 90 9-10:1
Pertamax 92 10-11:1
Shell Super 92 10-11:1
Performance 92 92 10-11:1
Pertamax Plus 95 11-12:1
Shell V-Power 95 11-12:1
Performance 95 95 11-12:1

Mengisi BBM dengan oktan yang lebih tinggi dari kebutuhan rasio kompresi sebenarnya masih diperbolehkan. Syaratnya, kendaraan dapat mengubah timing ignition secara otomatis dan masih dalam batasnya.

Dalam ruang bakar, nyala busi timingnya sudah di set sesuai dengan kompresi bawaan. Pabrikan sudah memperhitungkan jenis BBM yang sesuai dengan timing pembakaran dalam ruang bakar.

Tidak gonta-ganti jenis bensin

Nah, ini sering dilakukan oleh pemilik kendaraan. Entah untuk menaikkan kemampuan mesin atau malah tidak bisa mendapat bahan bakar bagus sesuai spesifikasi kendaraannya.

Memang, dari perbandingan oktan bisa sedikit meningkat. Syaratnya, jumlah campuran harus sama rata, 50:50. Tapi, pencampuran BBM dari Premium ke Pertamax atau sebaliknya sama saja menghilangkan zat-zat yang berguna pada pertamax.

Perilaku gonta-ganti bahan bakar ini sebenarnya malah jadi sia-sia, khususnya bagi kendaraan yang masih memakai bensin bersubsidi. Alasannya, kadar zat aditif bensin non subsidi dengan RON 92 keatas jadi tidak optimal bila masih ada Premium di dalam tangki.

Carmudian yang memang ingin upgrade atau bahkan downgrade bahan bakar sebenarnya bisa mencoba dengan mengisi bensin dengan oktan berbeda secara bergantian. Rasakan efeknya pada tarikan atau performa mesin saat dikendarai.

Performa mobil dalam kondisi maksimal terjadi jika kadar oktan cocok dengan kompresi mesin. Ini dapat dirasakan oleh pengemudi ketika menggunakan bensin yang sesuai rekomendasi atau dengan oktan yang sesuai dengan kompresi mesin.

0 Komentar

Stay Connected

Model Terpopuler

Xpander Cross
3 Type
Dilihat: 65x

Mitsubishi Cibubur, Mitsubishi Depok, Mitsubishi BSD City, Mitsubishi Tangerang Selatan, Mitsubishi Bekasi, Mitsubishi Jakarta Selatan, Mitsubishi Bogor